Liputan Khusus

NGOPI: Tingkatkan Kecintaan Siswa MAN 2 Kudus kepada Allah dan Nabi

28 Agustus 2026 Redaksi MAN 2 Kudus
Suasana Kegiatan NGOPI di MAN 2 Kudus

NGOPI Jumat Pahing Berkah, Siswa MAN 2 Kudus Perdalam Keagungan Nabi Muhammad SAW

KUDUS – Dalam upaya membentuk generasi yang cerdas, beriman, dan rendah hati, MAN 2 Kudus menggelar kegiatan rutin keagamaan NGOPI (Ngobrol Perkara Iman dan Islam) pada Jumat Pahing, 28 Agustus 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 06.30 WIB di Mushola Nurul Iman ini diikuti oleh seluruh siswa MAN 2 Kudus.

Pada edisi Jumat Pahing Berkah kali ini, MAN 2 Kudus menghadirkan penceramah asal Kudus, KH. Ahmad Asnawi. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak para siswa untuk memperkuat rasa cinta kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW serta memahami keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Membahas Keagungan Nabi Muhammad SAW

KH. Ahmad Asnawi menjelaskan bahwa segala sesuatu yang terjadi merupakan kehendak Allah SWT. Hal tersebut kemudian dikaitkan dengan penciptaan manusia yang memiliki beragam kondisi fisik, kemampuan, dan karakter sesuai dengan takdir Allah.

Berbeda dengan manusia pada umumnya, Rasulullah SAW digambarkan memiliki keistimewaan yang luar biasa, baik dari segi fisik maupun rohani. Keagungan tersebut salah satunya dapat direnungkan melalui peristiwa Isra Mikraj, ketika Rasulullah SAW melakukan perjalanan yang luar biasa hingga Sidratul Muntaha.

Beliau juga menjelaskan mengenai Suratun Nabi, yaitu pembahasan mengenai fisik dan rupa Nabi Muhammad SAW. Para sahabat yang pernah melihat Rasulullah SAW memberikan gambaran mengenai rambut, wajah, pipi, mata, hidung, dan bibir beliau. Namun, keindahan dan kesempurnaan Rasulullah SAW tidak hanya dilihat dari fisiknya.

Perjalanan Nabi Sejak Alam Arwah

Materi kemudian berlanjut pada Siratun Nabi, yaitu perjalanan hidup Rasulullah SAW. KH. Ahmad Asnawi menjelaskan bahwa pembahasan mengenai perjalanan Nabi dapat ditelusuri sejak alam arwah.

Beliau mengaitkannya dengan hadis “Al-arwahu junudun mujannadah” yang menjelaskan bahwa ruh-ruh seperti pasukan yang dihimpun. Dalam penjelasannya, alam arwah menjadi bagian dari perjalanan awal makhluk sebelum menjalani kehidupan di dunia.

Pada alam tersebut terdapat calon manusia, jin, malaikat, dan makhluk lainnya. Allah SWT kemudian mengajukan pertanyaan:

“Alastu birabbikum?”
(Bukankah Aku ini Tuhanmu?)

Dalam materi yang disampaikan, Rasulullah SAW disebut sebagai sosok yang mengawali jawaban dengan “Bala syahidna” (Ya, kami bersaksi). Peristiwa tersebut dikaitkan dengan QS. Al-A'raf ayat 172 mengenai kesaksian manusia terhadap Allah SWT sebagai Tuhan.

Dari pembahasan tersebut, KH. Ahmad Asnawi menjelaskan kedudukan Rasulullah SAW sebagai Sayyidul Anbiya wal Mursalin (pemimpin para nabi dan rasul) serta Imamul Awalin wal Akhirin. Materi ini mengajak siswa untuk memahami bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak hanya melalui ucapan, tetapi juga dengan mengenal perjalanan hidup dan keteladanan beliau.

Mengamalkan Sunnah dalam Kehidupan

Selain membahas keagungan Rasulullah SAW, kegiatan NGOPI juga memberikan pemahaman mengenai beberapa praktik sunnah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ceramah KH. Ahmad Asnawi

Beberapa di antaranya adalah adab minum, yaitu minum dalam posisi duduk; adab tidur, yaitu tidur dengan posisi miring ke kanan dan meletakkan tangan kanan di bawah pipi; serta adab makan, yaitu dengan posisi duduk yang dicontohkan dalam sunnah Nabi.

Praktik tersebut juga dikaitkan dengan pentingnya menjaga keseimbangan dalam kehidupan, termasuk tidak berlebihan dalam makan dan minum. Hal ini sejalan dengan pesan Al-Qur'an agar manusia tidak berlebih-lebihan.

Sesi Tanya Jawab

Sesi Tanya Jawab Siswa MAN 2 Kudus

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para siswa diberikan beberapa pertanyaan untuk menguji pemahaman mengenai materi yang telah disampaikan.

Pertanyaan yang dibahas antara lain mengenai alam pertama yang dialami manusia, pelajaran yang disampaikan di alam arwah, tiga aspek dalam memahami keagungan Nabi Muhammad SAW, serta gelar Rasulullah SAW.

Tiga aspek tersebut meliputi Suratun Nabi (fisik atau rupa Nabi), Siratun Nabi (perjalanan hidup Nabi), dan Rohaniyyah Nabi (sifat dan kehidupan rohani Nabi, seperti keikhlasan, ketawadhuan, dan ibadah).

Melalui kegiatan NGOPI Jumat Pahing Berkah, siswa MAN 2 Kudus diharapkan semakin mengenal sosok Nabi Muhammad SAW, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta mampu menerapkan nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Kyai Memimpin Doa Bersama

Tonton Tayangan Ulang

Simak kembali tausiyah lengkap dari KH. Ahmad Asnawi pada kegiatan NGOPI Jumat Pahing Berkah melalui channel YouTube resmi kami.

Saksikan di YouTube